0
Dikirim pada 31 Oktober 2011 di Uncategories

Bismillahirrohmanirrahiim…

Assalamu’alaikum wr. Wb.

Setahun yang lalu pulau Batam memberikan motivasi tersendiri bagiku, terutama orang-orang yang insya Allah sholeh yang aku temui. Namun dari sekian banyak saudari seiman yang ku temui, tersebutlah bu Naisa dan keluarga yang membuat hatiku berdecak kagum pada beliau dan keluarga. Beliau ibu dari enam orang anak soleh dan solehah, yang cantik di usianya yang tak lagi muda, namun dibilang tua juga  ngga tega. Insya Allah beliau akan naik haji bersama suami dalam waktu dekat (tahun 2010). Maka kebiasaan warga disana dalam pelepasan tetangga yang akan naik haji sungguh berbeda dari tempat tinggalku. Ada yang mengundang seluruh warga, kenalan, guru dari anak-anak mereka dalam acara makan-makan yang mewah, ada pula yang sederhana saja yaitu sekedar pelepasan di masjid sekitar rumah.

Bu Naisa pilih pelepasan di rumah Allah masjid belakang rumah dengan mengundang tetangga dan handai taulan. Aku salah satu orang yang diundang untuk pelepasan haji beliau dan suami. Saat kami tiba dirumah beliau, kulihat beliau tak henti-hentinya mengeluarkan air mata. Mungkin sedih hendak meninggalkan ke enam anaknya bersama mertuanya. Ketika aku menyalami beliau, beliaupun menangis haru, ada bahagia juga dan bercampur sedih. Lalu beliau dan suami serta seluruh handai taulan menuju masjid, sesampai disana beliau sholat dua roka’at, lalu tokoh masyarakat setempat menyambut mereka dan menyampaikan berita bahwa bu Naisa dan suami akan pergi haji, kemudian mendo’akan mereka semoga sepulang dari tanah suci menjadi haji yang mabrur amiin.

Kue kotak pun dibagikan, bu Naisa meminta tolong padaku untuk membagikannya. Insya Allah aku senang atas permintaannya, karena aku senang berkenalan dengannya dan bagiku beliau adalah tauladan yang baik.  Beliau ummahat pertama tempat ku bertanya dan umahat pertama yang kutemui saat akan mendengar kajian di masjid raya Batam. Dan hingga aku mengenalnya bahwa ternyata dia adalah salah satu wali murid di tempat ku bekerja. Beliau selalu menyapa orang-orang yang ditemuinya dengan senyum lebar,  dan selalu memanggilku dengan sapaan akrabnya “dek”. Dengan cepat kubagikan kotak tersebut kepada karib kerabat yang datang. Kemudian di akhir sesi pelepasan haji tersebut bu Naisa membisikkan sesuatu padaku, “ dek, mau minta do’a apa?? “ wah hatiku senang dan berdebar, sambil dengan gaya tersipu malu ku bisikkan kembali, “ bu tolong do’akan saya juga untuk pergi ke tanah suci, untuk haji., sahutku, “iya, amiin” jawab beliau “terus apa lagi ?? “ katanya, dan untuk yang kedua ini aku lebih malu lagi untuk menyampaikannya, sambil tersenyum malu ku katakan “bu, mohon do’anya, agar saya bertemu dengan jodoh yang baik, dan disegerakan..” hehehe.... :D “ iya, amiin “ beliau kembali mengaminkan do’aku dan tersenyum mendengar penuturanku... ^_^  “insya Allah dek, akan saya do’akan nanti di Mekkah”, “terima kasih bu “....jawabku

Sebulan lebih bu Naisa pun kembali, dengan wajah yang tak kalah berserinya dia menyambut kami yang bertamu ke rumah beliau, kami datang untuk menyelamati dan mendo’akan beliau semoga jadi haji mabrur. Dalam tawa canda silaturrahiim tersebut, sangat terasa kehangatan dalam hatiku. Bu Naisa dan pak Iwan menceritakan penuh suka cita kisah mereka di tanah suci, menunjukkan foto-foto mereka di sana, Subhanallah, indah sekali rasanya jika pergi haji dan, indah sekali rasanya bertemu dan akrab dengan wanita asli dari Makassar ini. Bu Naisa memberikan kami hadiah berupa tasbih berwarna hijau dari  Mekkah, alhamdulillah aku senang dapat oleh-oleh dari beliau. Kemudian pak Iwan menyuguhkan air zam-zam kepada kami, dengan gelas dari tembaga, nah ini dia waktu yang ku tunggu-tunggu. Tapi sebelum kami meminumnya dia mengingatkan agar kami membaca do’a terlebih dahulu, jika tak bisa bahasa arabnya, pakai bahasa Indonesia saja, beliau ada sebutkan bacaan Arabnya tapi saya sudah lupa. Dalam hati ku berdo’a,  “Ya Allah semoga engkau juga menyebut dan menuliskan namaku dalam undangan suci Mu untuk pergi haji.” Amiin. ^_^

Ya begitulah, sesungguhnya tak ada kisah Hajiku sendiri yang bisa aku ceritakan. Karena memang aku belum pergi haji J.  baru impian, yang insya Allah akan jadi kenyataan, semuanya tentang haji. Impian ku ingin menatap Ka’bah dari dekat, mencium hajar aswad, mengelilingi ka’bah (thawaf), sa’i, bersimpuh pasrah pada Mu dan bermunajat sebanyak-banyaknya di tanah suci Makkah al mukaromah. Setiap kali melihat gambar ka’bah yang dikelilingi berjuta-juta umat di dunia yang tengah berthawaf, selalu aku berdo’a ya Allah aku ingin menjadi salah satu diantara hamba Mu yang berada di sana. Mengelilingi ka’bah Mu, dan meratapi semua dosa-dosaku, ya Ghafuur hamba Mu yang hina dina ini selalu berharap ampunan Mu. Ya Allah aku tak pernah tahu kapan aku akan bisa menyentuh dan mencium hajar aswad itu. Maka biarkanlah fikiran dan hatiku bertamasya terlebih dulu di tanah suci Mu. Membayangkan dan merasakan aku terbang dari Indonesia, menuju bandara King Abdul Aziz. Lalu melaksanakan sederet rukun haji, ya Allah Izinkanlah aku pergi kesana, dan semoga sekembalinya nanti aku menjadi haji yang mabrur ,amiin ya robbal ‘alamiin

Aku sering mendengar dan membaca banyak kisah tentang orang pergi haji, ternyata tidak semua mereka orang kaya, ada tukang rumput, penarik becak, penjual kerupuk, tukang sol, penjual ikan asin, dan sebagainya. Dan hal inilah yang membuat azzam ku semakin terpancang untuk pergi haji meskipun aku bukanlah sikaya yang hartawan. Dan aku yakin seyakin yakinnya bahwa kekuatan fikiran mampu mengantarkanku pergi haji. Amiin.  ...wallahu a’lam..wassalam



Dikirim pada 31 Oktober 2011 di Uncategories
comments powered by Disqus
Profile

business owner nayla tours n travel More About me

Page
Categories
BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 39.849 kali


connect with ABATASA